Tampilkan postingan dengan label Sok-sok'an Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sok-sok'an Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2011

Cerita Wajah Telur Ayam Kampung


Aku teringat sebuah wajah
Wajah telur ayam kampung- begitu aku menyebutnya
Karena wajahmu yang berbentuk segitiga
Hingga aku menyebutnya wajah telur ayam kampung
Hahahha
Lucu memang....
Tapi aku sukaa
Apalagi ditambah dengan senyummu
Aromamu
Dan juga tatapan teduhmu
Aaaahhh... aku merasa paling bahagia sedunia

Oh.. ya...Aku ingat
Saat siang itu, kau memejamkan mata untuk sejenak
Aku tahu, kau kecapaian
Tapi aku tak dapat berbuat apa-apa selain menatap wajah telur ayam kampungmu
Aahhh... harus ku akui
Wajahmu semakin menarik saja untuk dilihat
Ingin mencubit pipimu
Namun aku malu
Hihihihi...
Aku hanya mampu tersenyum di sudut bibirku

Hei... makhluk berwajah telur ayam kampung
Kau tahu???
Kau terlihat manis bila dengan senyummu dan tatapan teduhmu
Ah.. sudahlah....Semakin terbang saja dirimu nanti bila ku puji
Hmmmbzzz...

Bila kau marah
Jangan lupakan senyummu
Bila kau bersedih
Jangan tinggalkan senyummu
Semangatlah.... Berjuanglah...
Dengan senyum termanismu...

Tapi ingat...!!!
Senyum manismu hanya boleh untukku
Bukan untuk yang lain
Dan jangan pula kau tunjukkan pada yang lain
Ingat itu...!!!

Hai... makhluk berwajah telur ayam kampung
Bila waktu kan tiba
Aku ingin melihatmu lagi
Lalu melihat wajah telur ayam kampungmu lagi
^_^

Selasa, 19 Juli 2011

Tuhan

Ketika semua yang indah
Dapat ku hancurkan dalam sekejap
Namun ketika semua yang gundah
Tak dapat ku perindah dalam sekejap

Tuhan...
Apa yang harus ku lakukan..??
Ketika Kau memberi jalan untuk kami kembali
Akankah Kau memberi jalan untuk kami berpisah???

Tuhan...
Aku remukkk.....
Aku berasa tak sanggup...

Sabtu, 16 April 2011

Kumpulan Puisi Pendek

KATAKAN SAJA

Tak usah kau tutup mulutmu dg seribu bahasa....
Bila enggan tinggalkan saja
Tak usah kau tutupi dg sikapmu yang manis seribu rasa...

Manusia itu punya kurang dan lebihnya masing2...
Elok paras dg ketinggian hatinya hanya akan membuat manusia cepat mati
Kau tahu itu?

Kamar hati
16 April 2011


BARISAN MALAM

Gurat malam semakin jelas
Tak bertepi dan tak berpenghuni
Sebuah temaram seolah tak lagi layak
Ingin berlari
Lagi-lagi Sebuah dermaga telah menanti dengan kebekuannya

Kota Mati
15 April 2011



MENU RINDU

Tiada hari tanpa menu rindu
Menu yang begitu hangat
Terhidang istimewa di lapak hatiku
Dengan balutan cinta
Yang ku harap kan selamanya untukmu

Pelabuhan Rindu
13 April 2011



PAGIKU RINDU

Ku lipat rinduku
Dalam lemari hatimu
Bersama Mawar biru yang kau berikan padaku
Di ujung rona pagi ini

Pelabuhan Rindu
12 april 2011



RINDU DAN SEPI

Rindu ini terasa gemeletar menyesak

Menerawang jauh
Berharap sang malam membisikkan setetes rindu kepadanya

Namun, lagi-lagi
Semua hanya berteman dalam pekatnya malam

Pelabuhan Rindu
28 Maret 2011


MALU-MALU

Senjaku tiba dengan malu-malu
menatapku dibalik warna biru, putih, dan jingga
Tak tahukah dia bila aku pun malu-malu
merunduk menghindar dari tatapannya
menyimpan rapat sebuah lengkungan
menyimpan rapat sebuah rona

Bukit Senja
27 Maret 2011


SERPIHAN HATI

Ku akui
Aku memunguti serpihan hati yang terserak
Mencari dan menebak akan warna dari lipatan waktu yang bergerak
Dan aku hanya tak ingin mati tergelak
Karena sesuatu yang tak mungkin terelak

Kota Mati
26 Maret 2011


RINDU

Rinduku semakin menggebu

Ingin berlari mendekapmu

Merengkuh dengan segala kerinduanku dan kerinduanmu

Yang berpadu hingga habisnya waktu

Solo
22 Maret 2011


WAKTU

Berharap waktu kan berhenti

Saat kau di sini
Berharap waktu kan berlalu
Saat aku menunggumu

Sendiri terpekur dalam lamunan
Berharap esok kan datang
Dengan hari yang penuh kemenangan

Kota Mati
25 Maret 2011

Minggu, 06 Februari 2011

Takut

Aku ingin memilikimu
Tapi aku takut kau menyesali itu

Aku ingin mencintaimu
Tapi aku takut mengecewakanmu

Aku ingin meraihmu
Tapi aku takut menyakitimu

Aku ingin merindukanmu
Tapi aku takut menganggu waktumu

Aku ingin bersamamu selamanya
Tapi rasa takut itu selalu menghantui
Takut akan dirimu pergi
Takut akan dirimu sakit
Takut akan dirimu jenuh
Yang mampu membunuhku setiap waktu

Rabu, 29 Desember 2010

KATA

Ku terhimpit di antara kata-kata

Begitu memuakkan

Begitu memalukan

Aaaargh…

Kata……

Betapa runcingnya mata panah mu

Menusuk hingga ke relung hati

Kata…

Tak bisakah kau mengerti jeritan hati ini

Aku malu

Aku takut

Aku tak berdaya

Kata…

Aku tak ingin berkata

Jikalau kata pun tak ingin berkaca

SAJAK UNTUK SI JEYYEEEG

Jeyyeeeg…

Di pagi ini

Aku janji tak akan meneteskan air mata lagi

Aku akan tetap tersenyum,

Meski hati perih, meski getirnya hidup

Meski tanpa tawamu, candamu, nasihatmu, keluhmu, marahmu, dan diammu

Jeyyeeeg…

Bila matahari terbit

Jangan bangunkan aku lagi dari tidurku

Bila malam mulai beranjak

Jangan nyanyikan lagi sebagai pengantar tidurku

Jeyyeeeg…

Masih ingatkah kau dengan tatapan bulan malam itu

Masih ingatkah dengan hembusan angin malam itu

Masih ingatkah nyanyian si banci malam itu

Masih ingatkah berpasang-pasang mata yang menatap kita malam itu

Jeyyeeeg…

Kau kado terindah ku di usia 17

Hanya Tuhan yang bisa membalas

Semoga kita tertawa lekas



Solo, 19 February 2010

SAJAK PALSU

Palsu… palsu..

Semua palsu….

Alunan musik

Memekakkan gendang telinga

Mengalir deras

Bagai gemuruh air terjun

Tubuh bergerak mengikuti alunan music

Hati menangis

Pikiran berkecamuk

Namun bibir tersenyum, tertawa, bersorak girang

Menertawai kehidupan

Yang penuh kepalsuan

Karena lidah yang mati rasa

TFW

Solo, 16 February 2010

NASIB ANAK KOST

Pagi…

Ku dengar burung mencicit

Aku terguling kekanan hingga tergencit

Di ranjang yang sempit

Ah, hidup memang sulit

Tersadar perut ini melilit

Karena dompet yang pailit

Disini…

Di kotak 3 x 4

Kami duduk merapat

Di kotak 3 x 4

Semua orang mengumpat

Ah, betapa sempit ini tempat